My Ideal Lover

Gw menuliskan judul ini sesuai dengan salah satu judul lagu dunia favorit gw Ideal Lover: bahasa mandarinnya Li Xiang Qing Ren. Di salah satu liriknya ada yang menyebutkan Ni xin li li xiang qing ren shi ji fen,  Shi fou ye hui, You wo de fen. kalo diartikan, seperti apakah kekasih impian di dalam hatimu, apakah aku termasuk?

Ini hanya berbagi pengalaman saja dengan para cowo, dan cewe-cewe boleh melihat lihat untuk cari tahu. Banyak sekali orang-orang yang membaca tulisan-tulisan gw sebelumnya mengatakan gw terlalu frontal menegur, terlalu memojokkan lawan jenis, hahahhaha padahal bermaksud begitu. karena bagi gw: “Lebih baik teguran yang nyata-nyata, daripada kasih yang tersembunyi” (Amsal 27:5)

Ehmmm oh iya satu hal lagi kalo gw mengatakan orang kuatt, bukan berarti kuat fisik, seperti Hercules, ato Achilles. Maksudnya adalah jiwa yang kuat, kepribadian yang kuat, mental baja, yang biasa mendisplinkan tubuhnya sehingga tubuhnya pun mau tidak mau kuat juga. Gw menuliskan ini karena masih ada orang-orang yang tidak berhikmat, menganggap kalo kuat berarti fisik doank yang kuat kayak Superman.

Mari kita mulai. Ehmmmm setiap orang siapapun punya kekasih impian masing-masing, yahhhh kebanyakan sih mengatakan kekasih impian gw yang cantikkkk seperti artis, tingi, putih, kulit mulus, tapi juga baik hati, sempurna deh pokoknya. Hahahhaha kalo yang lu mau begitu, wahai para cowo, kawini saja TUHAN YESUS versi cewe, wakkakakka, mana bisaaa, bangun lu dari tidur!

Ada  Firman bagus: Isteri yang cakap siapa yang akan mendapatkannya, Ia lebih berharga dari emas permata (Amsal 31:10) Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya (Amsal 31:13) Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya (Amsal 31:17), Kemolekan adalah bohong, dan kecantikan adalah sia-sia namun isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji (Amsal 31:30)

Ada satu hal bodoh yang sering tidak disadari oleh manusia-manusia saat ini. biasanya mereka menganggap “ahhhh tugass cowo yah cari duit, tugas cewe sih ujung-ujungnya juga di dapur” hahahhah mirip zaman penjajahan aja, sebelum adanya RA kartini. Ibu Kartini itu perjuangannya mulia, mau mengangkat harkat para cewe, tapi ada wanita-wanita yang seneng hidup di era keterpurukan tersebut, yah ada , dialah para cewe pemalasss.

Pria-pria bodoh berkata pada isteri mereka jika anak-anak mereka tidak sesuai kehendak mereka (jadi anak yang manja, jadi anak nakal): “Ehhhh itu semua kesalahan lu, tugas ngurus anak kahn urusan lu, bukan gw. tugas gw mah cari duitttttt”

Para wanita bodoh pun berkata: “Gimana sih cari duit aja ga becus, liat nih gw kalah banyak perhiasan ama tetangga gw, pokoknya kalo ada masalah kerjaan itu urusan lu bukan gw, tugas lu kahn cari duit”.

Mari kita semuanya kembali ke firman TUHAN, wanita impian bukanlah karena cantiknya wajah, indahnya tubuh (langsing singset dsb). tapi seorang istri pekerja keras, yang mau membantu suaminya bekerja, kalau memang hal tersebut urgent dilakukan, bukan seoarang wanita yang enak-enak an di sofa sambil nonton TV, pergi ke salon, saat suaminya susah-susah bekerja. Eitssss ada cewe interupsi nih, “Kahn aku cape ngurus anak-anak gw, cape tau, beresin rumah” Hahahhahah aduh-aduh, ok-ok emang cape ngurus anak, jadi pembimbing anak adalah tugas mulia, BETULL. tapi sekarang coba pikirkan jikalau kamu mendapatkan seorang suami yang kaya raya, ga mungkin atuh di rumah lu ga ada pembantu, rumah sebesar istana, ga mungkin ga ada pembantu, hahahha kalau tujuan kamu cuman ngurus anak, dan bercita-cita jadi ibu rumah tangga sejati, yahhh kalau perlu ga usah cari cowo yang kaya atuhh, cari aja yang biasa-biasa aja. Ahhhhh alasan di atas adalah alasan KLASIK supaya bisa bermalas-malasan.

Ada satu kisah, ini adalah kisah tentang dua orang, Dulu seorang pria yang adalah  sopir angkot, lalu dia buka toko kecil-kecilan, diapun jatuh cinta dengan seorang wanita dari keturunan orang kaya, dikelilingi saudara yang kaya raya, sang pria memberanikan diri mendekati wanita itu, anehnya wanita itupun suka, kata wanita tersebut dia suka karena cowo tersebut punya mental mandiri, kuat, dan bertanggungjawab. ketika ingin melamar sang pria berkata, aku tidak punya kekayaan yang banyak yang bisa gw persembahkan, sang wanita menjawab Tidak apa-apa, segala sesuatunya bisa kita mulai bersama-sama, sukses adalah milik bersama. Yuppp betul keadaan setelah menikah tidak tiba-tiba berubah drastis, tiba-tiba jadi kaya mendadak, menang Lotre, bahkan pernah suatu kisah bahwa ketika tutup toko, uang yang didapat hanya uang receh semua, ketika wanita itu punya anak, ketika dia bekerja, dia menggendong anaknya di pungungnya sambil meneruskan bekerja. Tahun berganti tahun, bahwa orang yang tegar dan rajin selalu didengar TUHAN, akhirnya usahanya merangkak naik, semakin besar, besar, lebih dari keadaannya yang dulu, bahkan ini membuat iri saudara-saudara nya yang lain. Ketika anak pasangan tersebut mulai besar, papa nya berkata: “Kalau bukan karena mama kamu, papa tidak akan seperti sekarang”

Yahhhhh bisakah kalian menebak siapa yang ada di kisah tersebut, yahhh pria tersebut papa gw, wanita tersebut mama gw, dan anak tersebut itulah gw. Kisah itulah yang mengispirasi gw, untuk jadi pria yang mencari isteri yang bukan cewe gampangan, Mental Tempe, Si Pemalas yang lahap. Gw bukan sedang mencari pasangan mirip mama gw, tapi aku mencari cewe yang bisa Struggle, Tough, bagaikan dunia peperangan jika si cowo terdesak, si cewe datang menopang suaminya, bukan enak-enakan di belakang sambil ongkang-ongkang kaki, kalo suaminya tewas di medan pertempuran, dia gampang cari suami baru. Haaaaahhh!!!!

Gw selalu berkata jadi cewe harus kuaaat, maksudnya adalah karena kalian adalah pertner kerja sang pria kelak, bukan kaum kelas bawahan, semakin tinggi posisi kepala bukan karena kepalanay yang memanjang ke atas, tapi karena, ada badan yang mampu menopang si kepala untuk menjulang ke atas (itu ilustrasi yang diberikan oleh salah seorang pendeta), Suami adalah kepalanya, isteri otulah badannya. Ada perkataan bodoh yang sering diucapkan orang-orang, “Aku kuat kok ngangkat beban ini, beneran loh aku kuat” Lalu ditanya oleh seorang temannya: “Emang lu udah pernah yah ngangkat beban itu sebelumnya?” Jawabannya adalah “Belum sih” Wakkakakakaka gimana bisa tahu diri lu kuat kalau lu sendiri belum merasakan, dan mengalami. Banyak wanita sering berkata di depan gw, “Aku tuh kuat sebenernya, tangguh tau, cuman lu aja yang ga tau” Tapi begitu gw tanya: “Emang udah pernah” Jawabannya “Belum” Ketika gw ngomong: “Ya udah tunjukkan!” Jawabannya: “ahhh aku sih ga suka pamer” Hahhahah jawaban tak berbobot, hanya menutupi kebodohannya saja (Alibi). Ada temen cewe saya berkata pada saya: “Kamu harus lebih pengertian pada cewe?” Hahahhaha Jawab saya adalah “kalau cewe nya jenis seperti itu sih gw ga mengerti, gw ga pernah mau mengerti, dan ga akan pernah mau  mengerti”

Ketika menikah, dua manusia bersatu, satu jiwa, satu roh dan, satu tubuh. Masalah salah satu pihak adalah masalah bersama, bukan tanggung jawab sepihak, baik masalah keuangan, masalah anak, rumah tangga, itu tanggung jawab bersama, walaupun pria tidak mengurus langsung masalah rumah tangga, tapi pria lah yang mengatur dan memimpinnya bukan? jadi pria punya andil dalam hal tersebut juga, Memang ada fokus pekerjaan masing-masing yang diemban para pihak, tapi keduanya bukan lepas dan tidak berhubungan.

Heiiii Para pria, bangunlah kalian semua, jangan tidur terus bermimpi dapet isteri cantik, nan jelita, dan baik hati, ahhhhhh Plototin tuh Firman TUHAN, renungkan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri. Kalian itu kepala bukan ekor, kalau kalian lembek, dan memanjakan, gimana lu ngatur keluarga lu ntar, tanggung jawab lu setelah menikah semakin besar, bukan cuman mesra-mesraan ama istri lu doank!! Jangan jadi I.S.T.I lu (Ikatan suami takut istri), (ga bisa ngambil keputusan, ga bisa tegas)

Aku yang menulis Blog ini berani berkata bahwa aku lebih menghargai cewe-cewe yang berkata “Aku punya cita-cita, tekad, dan keyakinan, Aku bisa jadi orang kaya dan sukses”. daripada cewe yang berkata: “Aku punya cita-cita punya suami yang kaya raya”

Akhir kata : Seekor Harimau tidak akan mengawini seekor kucing, tapi seekor harimau akan mengawini seekor harimau yang kuat pula

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.